jump to navigation

Konsumen adalah Perusak Sejati Lingkungan? December 30, 2015

Posted by snhadi in Cermin Tergores.
Tags:
trackback

image

Tanggal 23 Desember 2015 lalu, saya bersama beberapa kolega diundang menghadiri acara workshop “Fasilitasi Penerapan Standard Menuju Perilaku Konsumsi dan Produksi yang Berkelanjutan di Fasilitas Publik” yang diadakanPusat Standardisasi Lingkungan dan Kehutanan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan di Eastpark Hotel, Yogyakarta.

Ada beberapa orang pembicara dalam workshop tersebut, salah satunya adalah dari Ketua Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Tulus Abadi.

tulus abadi

Ketua Harian YLKI, Tulus Abadi (nasional.harianterbit.com)

Menurut Tulus Abadi, berkaitan dengan pola konsumsi dan produksi, sejatinya harus diarahkan untuk mendukung keberlanjutan lingkungan alias ramah lingkungan.

Saat ini pola konsumsi masyarakat Indonesia justru semakin tidak ramah lingkungan. Masih banyak dari kita yang tidak pro produk lokal, padahal dengan mengkonsumsi produk impor, secara tidak langsung kita turut merusak lingkungan. Tulus mencontohkan, untuk membawa produknya ke Indonesia dari luar negeri, maka perlu moda transportasi yg membutuhkan banyak bahan bakar fosil yg tidak ramah lingkungan.

Tulus mencontohkan lagi, saat ini masyarakat sepertinya sangat bergantung pada air minum dalam kemasan. Padahal untuk membuat air minum dalam botol plastik, air dari mata air disedot sangat banyak sampai-sampai masyarakat di sekitar mata air terkena dampaknya. Air yang mengairi sawah-sawah mereka berkurang debitnya. Belum lagi keuntungan penjualan harga air minum dalam kemasan tersebut mengalir ke negara asing.

Yang menarik lagi dari pernyataan Tulus adalah bahwa konsumen bisa menjadi perusak lingkungan sejati. Contoh kecil, konsumen yang berbelanja di supermarket tidak jarang yang meminta plastik kresek tambahan untuk barang belanjaan. Padahal penggunaan plastik besar-besaran akan turut menghasilkan sampah yang membahayakan lingkungan.

Contoh lain, para perokok tanpa sadar membuang puntung rokok sembarangan, padahal nikotin dalam rokok termasuk limbah B3 yang pembuangannya patut mengikuti aturan karena dapat mencemari lingkungan.

Harapannya melalui workshop ini, perilaku konsumsi dan produksi kita menjadi lebih bijak demi lingkungan yg lebih baik di masa depan. Apalagi bumi adalah titipan anak cucu kita.

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: