jump to navigation

Jenderal Hoegeng pun Akan Sepakat! January 21, 2016

Posted by snhadi in Inspirasi Persahabatan.
Tags:
trackback

Saat ada anekdot yang menyatakan bahwa di Indonesia cuma ada tiga polisi yang jujur: Jenderal Hoegeng, polisi tidur, dan patung polisi, pada awalnya saya hampir sepakat. Tentu ada dasarnya. Misalnya masih sering ditemuinya petugas berpakaian polisi yang memungut pungli di jalan, atau di kantor-kantor kepolisian saat mengurus surat kehilangan dll, membuat saya tidak bisa menutup mata bahwa masih ada oknum di jajaran kepolisian yang tidak bisa move on meninggalkan perilaku koruptif.

Tetapi saya juga tidak bisa menutup mata, bahwa lembaran hitam tersebut hanya ulah dari segelintir oknum di lembaga pengayom masyarakat ini. Tidak bisa dijadikan dasar kita untuk men-generalisir sikap dan perilaku polisi secara keseluruhan.

Saya tidak bermaksud membela siapa-siapa. Saya hanya melihat dari lingkungan tempat tinggal saya bahwa ternyata masih ada looh polisi yang taat jamaah sholat fardu di masjid, supel dan ramah pada tetangga, aktif kegiatan rukun tetangga/warga, penyayang isteri dan anak-anaknya, rela mengorbankan banyak waktunya demi tugas sampai-sampai mengharuskan anaknya ikhlas hanya sedikit mendapat jatah waktu bersama bapaknya. Meskipun tentu, saya tidak tahu secara pasti apakah beliau bisa bebas dari godaan perilaku koruptif (seharusnya sih bisa bebas ya…).

Ternyata juga masih ada mantan kapolda yang hidup dengan penuh kesederhanaan, mau mengabdikan diri menjadi pengurus sebuah universitas swasta di kota kecil pasca pensiun, agamanya baik, dan memiliki anak yang sama sekali tidak mengikuti jejaknya di dunia kepolisian. Meskipun sekali lagi, saya juga tidak bisa memastikan apakah selama karirnya dapat lepas dari jerat korupsi (seharusnya sih juga bisa lepas, karena kalau korupsi, mana mungkin hidupnya sekarang terlihat sederhana. Bayangkan, seorang KAPOLDA!).

Tugas pemimpin di kepolisian memang berat. Bagaimana agar stigma negatif masyarakat yang sudah terlanjur melekat bisa sedikit demi sedikit menghilang. Harapannya akan semakin banyak lahir Hoegeng-hoegeng baru dan semakin hilangnya oknum-oknum polisi yang koruptif demi citra kepolisian yang lebih baik di masa depan.

Kalau ditanya kepada Jenderal Hoegeng, pasti dengan senyuman lebar dia akan sepakat, bahwa polisi harus dicintai rakyat. Untuk dicintai rakyat, polisi harus mencintai rakyat. Untuk mencintai rakyat, polisi harus mencintai diri dan keluarganya. Dengan mencintai diri dan keluarganya, akan sulit menemukan polisi yang rela menjerumuskan diri ke perilaku koruptif.

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: