jump to navigation

Angka 13 Tak Selamanya Sial; Refleksi 13 Tahun Kota Bekasi Februari 10, 2010

Posted by snhadi in Senyuman Cinta.
Tags: ,
add a comment

Jaman dulu, ada film setiap jumat yang berjudul “Friday 13th” yang membuat bulu kuduk kita berdiri saat menyaksikannya. Meski menyeramkan, tak sedikit dari kita yang penasaran untuk terus menunggu kisah selanjutnya. Bahkan film ini menjadi salah satu film horor favorit di tanah air.

Beberapa waktu lalu saat saya melakukan perjalanan dari Batam menuju Jakarta menggunakan salah satu pesawat terbang milik salah satu maskapai penerbangan swasta di negeri ini, beberapa penumpang dibuat bingung karena ternyata kursi nomor 13 tidak tersedia. Padahal ada beberapa penumpang yang saat check in mendapatkan nomor 13. Akhirnya penumpang yang memiliki tiket dengan nomor 13 harus duduk di kursi paling belakang. Malang nian nasibnya!
Read more…

Menyulap Bekasi menjadi Kota Pengganti Jakarta Februari 3, 2010

Posted by snhadi in Alam Khayal.
Tags: ,
1 comment so far

Bersama dengan Depok, Bogor, dan Tangerang, Bekasi dikenal sebagai kota penopang (penyangga) Jakarta. Peran kota penyangga juga dibilang tak ringan karena harus menyediakan tempat yang nyaman bagi para pengais rejeki yang sehari-hari bekerja di ibukota, yang sudah tak mau lagi tinggal di Jakarta, belum lagi secara tidak langsung dipaksa harus mau menjadi tempat buangan barang-barang bekas ibukota, seperti sampah dan lain-lain.
Read more…

Bekasi dan Masa Depan; Belajar dari Kitab Suci dan Ajaran Gadjah Mada Februari 3, 2010

Posted by snhadi in Goresan Ilmu.
Tags: ,
add a comment

“…Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan (nasib) suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri” (QS: Ar-Ra’d:11)

Sebagian orang memaknai penggalan ayat suci al quran ini sebagai upaya Tuhan memotivasi manusia, agar senantiasa berpikir untuk menjadi lebih baik dari hari ke hari. Secara jelas sang Pencipta ingin agar kita bisa menjadi orang yang senantiasa berpikir maju. Seperti juga yang pernah diungkapkan sang pemersatu nusantara di jaman kerajaan Majapahit, Mahapatih Gadjah Mada, “Ginong prati dina, ginong prati dina”, yang artinya dibuat besar setiap hari. Sang mahapatih yang terkenal dengan sumpah Palapa (tidak akan istirahat sampai nusantara bersatu)-nya ini ingin mengajarkan kepada kita bahwa dalam menjalani hidup harus ada perubahan ke arah yang lebih baik di setiap harinya.
Read more…

Merasa Mencinta Bekasi? Mari Dorong Bekasi Menjadi Istana Para Pemulung Yang Modern Februari 2, 2010

Posted by snhadi in Inspirasi Persahabatan.
Tags: ,
1 comment so far

Tidak bisa dipungkiri, sebagian orang mengenal Bekasi karena sampah, termasuk saya. Sampah seakan menjadi icon penting bagi Bekasi, selain tentu dunia industrinya yang tampak semakin berkembang. Mungkin karena Bekasi sejak dahulu sampah sekarang menjadi tumpuan bagi Jakarta untuk membuang sampahnya. Tidak tanggung-tanggung sekitar 5000 ton sampah setiap harinya dilempar dari Jakarta ke Bekasi, belum lagi jika ditambah sampah yang berasal dari sekitar dua juta penduduk bekasi sendiri.
Read more…

Kata Tak Sekedar Penghias Dunia Januari 29, 2010

Posted by snhadi in 1.
add a comment

Ngebutbenjud Dulu, saat saya masih tinggal di sebuah asrama mahasiswa di Bogor, saya sempat mengkritik ketika ada salah satu calon penghuni baru yang sedang diospek membuat prakarya berupa tulisan, “Dilarang Masuk Bagi Yang Tidak Berkepentingan!”, dan dipasang di pintu gerbang masuk asrama.

Mungkin bagi sebagian orang tulisan seperti ini dianggap biasa aja, tetapi bagi saya bukanlah hal yang biasa. Kalau dilogikakan, apa fungsi tulisan seperti ini? mampu menghalangi para pencuri masuk kah? ternyata tidak (karena dari sudut pandang para calon pencuri, mereka tetap diizinkan masuk karena larangan ini hanya berlaku bagi mereka yang tidak berkepentingan, sedangkan pencuri kan punya kepentingan, yaitu mencuri).

Saat ini, delapan tahun kemudian, ternyata hal seperti ini masih juga saya temui. Kalau saya berangkat ke kampus menaiki sepeda, maka di pinggir-pinggir jalan sesekali ada tulisan-tulisan yang maksudnya mungkin rambu-rambu, seperti “Bukan Jalan Umum. Dilarang Lewat!” (Nah loh kok bisa, lalu yang harus lewat siapa padahal tulisan ini di tempatkan di depan gerbang yang terbuka), “Awas, Ngebut Benjut!” (harus hati-hati bagi yang ngebut didoain celaka, hehehe), “Turun Dari Motor dan Matikan Mesin!” (perintah bagi pengguna motor yang akan melewati gang sempit), dan sejumlah tulisan “unik” lainnya.

Dari satu sisi, rambu-rambu ini seperti ini sangat lugas dan jelas (walau mungkin kadang tetap masih menimbulkan multi tafsir). Tetapi dari sisi yang lain mungkin menurut saya agak sedikit kurang pas. Sebenarnya mungkin yang membuat rambu-rambu itu tidak bermaksud demikian dan saya yakin maksudnya baik. Tetapi saya tetap menyayangkan jika maksud yang baik harus disampaikan dengan cara-cara yang tidak pas. Karena dikhawatirkan tujuan dari yang ingin disampaikan tidak bisa diterima dengan baik. Misalnya seorang bos yang ingin karyawannya lebih disiplin, namun ketika teguran itu dilakukan di depan banyak karyawan yang lain, yang ada justru sang karyawan akan merasa direndahkan oleh sang bos, sedangkan maksud baik sang bos akan lenyap terkikis oleh rasa benci karena teguran itu.

Yah saya sih berharap ke depannya kita bisa lebih baik lagi dalam banyak hal. Terutama dalam berinteraksi dengan orang. Karena bagi saya, satu orang musuh itu sudah sangat banyak (jadi jangan ditambah lagi, kalau bisa dihilangkan), sedangkan sejuta teman masih teramat sangat sedikit (jadi harus terus ditambah).

Produk Asing, Mari Silakan Masuk…! Januari 19, 2010

Posted by snhadi in Alam Khayal.
Tags:
add a comment

Awal tahun 2010, ranah berita di negeri ini selain sedang diramaikan oleh kasus bank Century dan pemberian fasilitas mewah bagi tahanan “istimewa”, juga dihangatkan gonjang-ganjing penerapan pasar bebas perdagangan.

Bagi saya, membanjirnya produk asing ke tanah air bukan hal yang aneh lagi. Dulu saat masih tinggal di Batam, produk Malaysia, Cina, Singapura, Thailand sangat mudah ditemui di supermarket-supermarket atau bahkan toko-toko kelontong pinggir jalan. Bahkan mungkin produk negeri kita sendiri menjadi kalah tempat dan sulit ditemui, atau kalau adapun menjadi mahal.

Omong-omong masalah kekhawatiran berbagai pihak tentang akan kalahnya produk kita dibanding produk asing yang membanjir ke dalam negeri khususnya produk Cina, bagi saya tidak usah terlalu dibesar-besarkan. Biarkan saja barang produk asing masuk ke Indonesia dengan bebas, dengan harga yang semurah-murahnya mereka bisa. Tidak perlu ditolak ataupun dihalangi. Looh kok?
Read more…

Jiwa Yang Terancam Januari 9, 2010

Posted by snhadi in Cermin Tergores.
Tags:
add a comment

Hidup itu anugerah…

Karena sepatutnya membawa berkah

Hidup itu cinta…

Karenanya sudah selayaknya dijaga

Bagitulah kata yang selalu meluncur dari mulut seorang bijak,

lembut, menenangkan, dan sering membuat kita terbuai
Read more…

Di Awal Malam Aku Bertanya, Di Ujung Malam Tuhan Beri Jawaban Januari 9, 2010

Posted by snhadi in Senyuman Cinta.
Tags:
add a comment

Di awal malam kadang aku bertanya,

Kenapa aku ada di negeri ini, di mana kemakmuran terlihat nyata, sedang kemiskinan juga kentara…

Kenapa aku bukan di negeri ujung sana, yang kemakmuran hanya sebatas asa, sedang kemiskinan selalu ada.

Atau mungkin di negeri seberang sana, di mana kemakmuran memang realita, sedang kemiskinan cuma sebatas fatamorgana.
Read more…

Pertamina, Saat Idealisme Menjadi Sebuah Keniscayaan Januari 5, 2010

Posted by snhadi in Inspirasi Persahabatan.
Tags:
add a comment

Akhir-akhir ini kata-kata idealisme kembali sering saya dengar, terutama di kelas kampus saya. Tugas-tugas dosen yang seabrek memunculkan idealisme yang berbeda-beda di mata mahasiswa yang mengerjakannya. Ada yang ingin mengerjakan tugas-tugas tersebut murni dari hasil kerja kerasnya, meski mungkin akan menghabiskan banyak waktu, tenaga, pikiran, dan biaya. Tetapi ada juga yang mengerjakannya cukup dari hasil alih bahasa artikel asing, lalu jreng tugas pun selesai tanpa harus mengeluarkan waktu dan tenaga yang banyak!
Read more…

Pertamina dan Perlawanan Terhadap Generasi Yang Hilang Januari 5, 2010

Posted by snhadi in Senyuman Cinta.
Tags:
add a comment

Jika saat ini kita ditanya nasib bangsa ini beberapa puluh tahun ke depan, apa yang akan kita jawab? Sebagian orang mungkin akan menjawab, “Yah lihat saja nanti”. Sebagian lagi akan menjawab, “Yah lihat saja apa yang dilakukan para pemimpin negeri ini saat ini”. Kalau saya lebih senang menjawab, “Lihat saja apa yang terjadi pada anak-anak kita hari ini”.
Read more…