jump to navigation

Bike to Green Desember 20, 2009

Posted by snhadi in Inspirasi Persahabatan.
Tags:
add a comment

Istilah “Go Green” mungkin sudah tidak asing lagi di telinga kita. Istilah “Bike to Work atau Bike to School” juga sudah banyak yang mengenal dengan baik. Meski mendukung 100% keduanya, saya punya istilah sendiri yang akan lebih saya populerkan “Bike to Green”.

Waktu di kampung, saya memang sudah cukup terbiasa jalan kaki dan naik sepeda ke mana pun. Tetapi semenjak kuliah dan kerja, sepeda menjadi sangat jarang disentuh. Bukan karena tidak mau, tetapi karena situasi lingkungan yang kurang mendukung (misalnya kendaraan bermotor yang kurang toleran kepada pengguna sepeda atau pun aparat pemerintah yang kurang menyokong, misalnya dengan memberikan fasilitas jalur sepeda).

Read more…

Biosolar, Bukti Kerja Keras dan Kepedulian Desember 20, 2009

Posted by snhadi in Senyuman Cinta.
Tags:
add a comment

Beberapa waktu lalu saya sempat tercengang, saat pulang mudik ke Cirebon melalui jalur Pantai Utara (Pantura) Jawa, terutama memasuki wilayah Indramayu, air laut semakin mengikis daratan. Padahal beberapa tahun lalu masih berjarak cukup jauh. Inikah dampak pemanasan global?

Pantas saja, para pemimpin dunia begitu rajin mengadakan konferensi tentang lingkungan khususnya tentang dampak pemanasan global bagi kehidupan.dan berlomba (meski mungkin tidak sedikit yang masih enggan) untuk menekan sebanyak mungkin emisi karbon di negaranya masing-masing. Indonesia pun sama, tidak kalah semangatnya dengan negara-negara lain, dengan menargetkan penurunan emisi karbon sekitar 26% di tahun 2020 atau sekitar 41% jika didukung kuat oleh dana dari negara-negara maju.

Pemerintah Indonesia nampaknya sadar benar, efek emisi karbon bagi keberlangsungan negeri ini di masa depan. Karenanya di dalam negeri, pemerintah sangat mendukung setiap upaya yang dapat digunakan sebagai sarana tercapainya target penurunan emisi. Misalkan dengan mendukung dikembangkannya produk-produk bahan bakar ramah lingkungan.

Melalui Pertamina yang notabene adalah Badan Usaha Milik Negara (BUMN), pemerintah mengembangkan produk Biosolar yang merupakan bahan bakar diesel dengan komposis 5% Bio, yaitu Fatty Acid Methyl Ester (FAME) yang didapat dari pengolahan CPO (Crude Palm Oil) dan 95% solar reguler. Tidak hanya itu, Pertamina juga mengembangkan produk yang diberi nama Biopertamax yang merupakan hasil pencampuran 95% Pertamax dan 5% etanol murni, yang dapat digunakan untuk kendaraan bermotor modern.
Read more…

Pertamina Menuju NOC Kelas Dunia Desember 20, 2009

Posted by snhadi in Senyuman Cinta.
Tags:
add a comment

Sebagian orang merasa pesimis dengan cita-cita Pertamina menjadi National Oil Company (NOC) bertaraf dunia di tahun 2023. Bukan tanpa sebab, persaingan yang semakin ketat di dunia migas, terutama semakin banyak bermunculannya perusahaan migas dunia, ditambah lagi dengan semakin menipisnya cadangan migas Indonesia, membuat mereka beranggapan, Pertamina harus realistis dan berpikir seribu kali untuk mewujudkan mimpi itu. Benarkah demikian? Mampukah pertamina menjawab pesimisme sebagian orang ini?

Bagi saya, tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini. Yang paling tidak mungkin adalah ketika kita diam saja di saat dunia berubah. Kita tidak mungkin hanya cukup puas duduk di kursi penonton, sementara yang lainnya berebut menjadi pemain dan menciptakan banyak peluang.

Read more…

Mereka Yang Berdamai Dengan Alam Desember 17, 2009

Posted by snhadi in Inspirasi Persahabatan.
Tags:
add a comment

AlamDulu saat Tuhan hendak menciptakan manusia untuk menghuni bumi, Malaikat, sang pembantu setia Tuhan bertanya, “Ya Tuhanku, Kenapa Engkau mau menciptakan manusia yang nantinya justru akan membuat kerusakan di bumi?” Tuhan menjawab, “Aku lebih tahu darimu, wahai malaikat-Ku!”

Tidak salah memang malaikat memperkirakan demikian. Saat ini terbukti tidak sedikit manusia justru menjadi biang keladi kerusakan bumi. Mereka tidak lagi mau bersahabat dengan alam. Alam hanya dijadikan objek yang bisa diperlakukan semena-mena tanpa tanggung jawab. Manusia menjadi sangat mudah dikuasai oleh nafsunya, menguasai alam, setelah itu meninggalkannya penuh kerusakan.
Read more…

Tahun Baru Islam di Serambi Madinah Desember 14, 2009

Posted by snhadi in Inspirasi Persahabatan.
Tags:
add a comment

Serambi Madinah? memangnya ada yah? bukannya serambi Mekah?

Yah awalnya saya juga aneh, memangnya ada kota di Indonesia yang disebut serambi Madinah? kalau serambi Mekah sudah kita kenal sejak dulu, yaitu Aceh. Tapi kemudian setelah saya mencari-cari, ternyata memang ada looh! Dan uniknya, saya tinggal di kota itu sekarang, YOGYAKARTA!
Read more…

Green Peace Vs Pemimpin Dunia Desember 14, 2009

Posted by snhadi in Cermin Tergores.
Tags:
add a comment

Siapa sih orangnya yang tak kenal green peace? Aktivis lingkungan hidup yang dalam setiap aksinya tidak lepas dari kontroversi. Kontroversi inilah yang justru mampu menarik perhatian orang!

Kelompok pembela lingkungan hidup yang satu ini memang kerap kali membuat jengkel pemerintah suatu negara. Namun justru inilah yang menjadi “daya jual” mereka agar diperhatikan, dan syukur-syukur suaranya bisa didengar dan diikuti.
Read more…

Menjadi Blogger Sejati! Desember 8, 2009

Posted by snhadi in Senyuman Cinta.
Tags:
2 comments

Tak terasa hampir empat bulan sudah menghuni tanah Jogja. Tak dinyana tak diduga, ternyata kehidupan di Jogja tak semanis yang dibayangkan sebelumnya. Tapi yah berhubung sudah menginjakkan kaki di kota “Serambi Madinah” ini, mau tidak mau semua konsekuensi harus diterima. Mungkin ini sudah menjadi jalan-Nya.

Awalnya saya pikir mencari pekerjaan sampingan (freelance) di Jogja relatif mudah. Maklum kalau full time belum bisa karena masih ada kegiatan kuliah yang cukup memerlukan konsentrasi. Melamar menjadi freelance editor belum gol juga, mengirim lamaran jadi dosen juga belum tembus, artikel yang di kirim ke koran-koran daerah ternyata juga belum dilirik. Namun, ada prinsip orang jawa yang saya anut, melihat segala sesuatu dari segi positifnya (untungnya…).
Read more…

GL Pro (Genjot Langsung Protol) November 30, 2009

Posted by snhadi in Senyuman Cinta.
Tags:
add a comment

Istilah ini pertama kali saya dengar dari seorang teman di UGM. Awalnya saya pikir ini merk sebuah motor, ternyata bagi mahasiswa Jogja, GL Pro ini adalah istilah yang digunakan untuk sepeda bekas, yang jika dikendarai (genjot) langsung protol (maksudnya komponen-komponen yang ada, langsung pada jatuh).

Lucunya saya baru-baru ini mengalaminya sendiri. Beberapa hari yang lalu, saya membeli sebuah sepeda bekas. Maksudnya agar mobilitas di Jogja menjadi semakin lancar tidak terbatas jarak, dan ongkos. Sekaligus kampanye “SEPEDA untuk Indonesia lebih SEHAT” (Klo belum pernah dengar jargon ini, wajar, wong itu kampanye pribadi, hehehe…). Sepeda ini saya beli di pasar sepeda bekas di dekat Alun-alun Selatan Yogyakarta.
Read more…

Bahasa Digital, Bahasa Komunikasi Masa Depan November 30, 2009

Posted by snhadi in Alam Khayal.
Tags:
3 comments

Terus terang, saya termasuk orang yang kadangkala memiliki kebiasaan iseng, tentu yang bersifat baik donk! Berkaitan dengan digital booming akhir-akhir ini di sistem pendidkan kita, khususnya kalangan kampus, saya juga sesekali menerapkan keisengan saya. Di kampus, saya sering berpidah-pindah lokasi dalam memanfaatkan area hotspot gratis yang disediakan oleh pengelola kampus (mumpung gratis, kalau ke warung internet bisa tekor kantong!).

Keisengan saya muncul jika di sekitar saya ada juga beberapa pengguna yang sedang mengakses internet. Biasanya saya pura-pura berdiri dan berjalan berkeliling, padahal hanya mau mengintip, apa sih yang sedang mereka akses, karena kelihatan begitu serius. Ternyata, dari survei kecil-kecilan saya di kampus, hampir 100% mahasiswa yang mengakses internet di area hotspot gratis, entah itu S1, S2, ataupun S3, tak lepas dari membuka situs pergaulan facebook! Belum lagi kalau survei ini berlanjut ke warnet!
Read more…

Belajar, Lain Dulu, Lain Sekarang! November 30, 2009

Posted by snhadi in Inspirasi Persahabatan.
Tags:
2 comments

IMG00611Mungkin sebelas tahun yang lalu, tidak pernah sedikitpun terbayang di benak saya, pelajar atau mahasiswa sekarang begitu dimanjakan dengan segala kemudahan teknologi informasi. Belajar tidak lagi membosankan, menyita banyak waktu, dan terbatas oleh ruang dan waktu.

Dulu, saya baru mengenal komputer, ketika saya duduk di tingkat pertama perkuliahan, itu juga karena saya bekerja sambilan di rental komputer. Saat SMA, meski sekolah kami mememiliki beberapa komputer di ruang kelas khusus, aksesnya masih terbatas untuk murid-murid tertentu yang sanggup membayar biaya pelatihan komputer. Sedangkan saya, sekolah saja dibayar alias dapat beasiswa, hehehe….
Read more…