jump to navigation

Bukan Sekedar Mudik April 26, 2017

Posted by snhadi in Uncategorized.
add a comment

image

Postingan saya kali ini ingin berbagi pengalaman dan hikmah silaturahim.

Tanggal 24 April 2017 terlihat mencolok buat saya karena warnanya merah setelah tanggal 23 April yang juga merah. Tanpa basa-basi cari tiket kereta dan memutuskan berkunjung ke rumah eyangnya mas fatih di Bekasi dan Cirebon.

Awalnya sempat khawatir saat flu yg mendera anak kami belum juga sembuh saat keberangkatan hari H. Tapi sudahlah…bismillah saja. Akhirnya kami berangkat dengan berbekal koper, tas gendong, dan tas tentengan. Alhamdulillah bundanya Fatih menyiapkan bekal yg lengkap untuk perjalanan 5 jam kami di kereta menuju Jakarta.

Berbekal pengalaman, saya pilih perjalanan pagi dari Purwokerto agar sampai tempat tujuan belum gelap (supaya memberikan mas fatih cukup waktu untuk adaptasi di tempat baru).

Sampai di Stasiun Pasar Senen JKT kami disambut para pemudik lainnya. Stasiun terlihat penuh. Sebelum jemputan datang, kami sempatkan diri menikmati harumnya aroma bakso malang stasiun (asli cuma aromanya saja karena belum sempat pesan keburu jemputan datang hehehe).

Baiklah…perjalanan berikutnya kami menjemput eyangnya mas fatih di Univ. Muhammadiyah Jakarta (hebat, sudah 66 tahun tapi masih aktif di kampus). Selepas itu kami meluncur ke Bekasi. Kami sempat menikmati macetnya jalan tol (kok bisa ya…jalan bebas hambatan justru macet). Tapi alhamdulillah pukul 8-an malam sampai juga di rumah, setelah sempat menikmati aneka masakan pasta di warung pasta ( hitung2 mempertebal mimpi punya restoran sendiri).
image

Alhamdullilah mas Fatih koperatif, bisa masuk rumah eyang dengan nyaman (mudik sebelumnya ada drama menangis dulu). Mungkin mas fatih sekarang sudah cukup mengerti karena sudah 2 tahun atau bisa juga karena beberapa kali di beberapa kesempatan, kami memberi tahu dia bahwa kita akan berkunjung ke rumah eyang di Bekasi.

Singkat cerita, besoknya (jumat dan sabtu), kami menemani eyang kakung di rumah karena eyang putrinya ada kegiatan di Pondok Cabe. Sepertinya eyang kakung sangat senang dan terhibur dengan aksi2 mas fatih.

Sabtu siang, kami beranjak pergi menjemput eyang putri ke Univ.Terbuka Pondok Cabe. Asli saya kagum, kampusnya luas dan megah. Bahkan ada penginapan sekelas hotel. Kampus saya mesti banyak berbenah utk urusan fasilitas jika dibandingkan UT.

image

Setelah dari UT dengan berbekal kemacetan, menjelang sore kami sempatkan menengok Mall Giant Bekasi. Kami menemani eyang putri
beli perabot rumah untuk mengganti beberapa perabot lama yang sudah rusak. Sebelum pulang, untuk makan malam kami sempatkan membungkus pecel ayam plus nasi uduk pinggir jalan. Ehm…aroma dan rasanya nikmat nian. Cocok untuk pengisi perut keroncongan.

Minggu pagi, kami meluncur lagi ke stasiun. Usai sudah silaturahim ke Bekasi. Untung kali ini tidak macet. Pukul 12.20 kereta Bengawan membawa kami menuju Cirebon. Untuk perjalan kali ini kami banyak menghabiskan waktu di reservasi dan lorong kereta. Mungkin lantaran mas fatih agak kurang nyaman dengan bapak2 berkumis tebal yg hampir nggak pernah senyum yang duduk di depan kursi kami, hehehe. Ya sudahlah…dinikmati saja. Alhamdulillah pukul 14.30 sampai juga di Stasiun Prujakan Cirebon. Selanjutnya, bersama pakde dan bude, kami menuju warung bakso yamin idaman untuk mengisi perut. Asli padahal cuma jual bakso plus minuman es campur, tapi warungnya penuh berjejal pengunjung silih berganti bahkan antri. Uniknya kasirnya (sepertinya pemiliknya) itu, ibu2 dengan hijab lebar dan bercadar! mantap.

Sore menjelang magrib kami sampai di rumah mbah mimi. Kami disambut tempe goreng dan sayur kangkung untuk makan malam…ehm nikmatnya. Mas fatih senang amat karena ada makanan favorit: tempe!

Senin pagi kami sempat menikmati sega jamblang pinggir jalan pelabuhan cirebon. Asli enak dengan banyak pilihan lauk. Seperti biasa saat berhadapan dengan nasi jamblang, saya pilih menu favorit: blekutak (sotong dengan bumbu hitam), ikan asin jambal roti, dan sate kentang plus sambal. Tidak terasa 3 porsi nasi masuk tanpa sisa ke perut.

Siangnya kami menyantap martabak sayur khas cirebon dan juga ketoprak. Disusul menikmati mie kocok cirebon untuk makan malam. Besok paginya sebelum ke stasiun, kami sempat menikmati nasi lengko. Liburan kali ini hampir lengkap wisata kulinernya.

Berbekal jinjingan yang beranak pinak: koper, tas gendong, tas jinjing, kardus berisi kripik ubi ungu, plastik kresek isi krupuk mlatar, plus bibit pepaya jepang oleh2 dari Bekasi kami melenggang ke stasiun Prujakan. Alhamdulillah kami tidak sampai minta bantuan poter stasiun hehehe.

Selasa 25 April sore, alhamdulillah kami dengan selamat sampai lagi ke rumah Purwokerto. Banyak hikmah dari silaturahim kali ini, salah satunya adalah mas fatih terlihat sembuh dari flunya. Hikmah lainnya, mas fatih bisa dekat dengan para bude pakde dan om serta para sepupu. Para eyang juga terlihat sangat senang dengan kehadiran sang cucu meski terbilang kunjungan kali ini cukup singkat.

Ah…jadi pengen sering2 mudik.