jump to navigation

Strawberi Adaptif Dataran Rendah; Prospek Untuk Hobi atau Usaha December 23, 2017

Posted by snhadi in Goresan Ilmu.
Tags:
add a comment
20150914_060104

Strawberi bisa ditanam di dataran rendah

Ini kali pertama saya menulis lagi pasca hampir 3 bulan vakum (periode terlama tidak meng-update tulisan). Baiklah tak perlu berpanjang lebar. Kali ini saya ingin berbagi tentang teman saya, yang hampir 3 tahun menemani saya, tanaman strawberi.

Awal perkenalan saya dengan tanaman ini, yaitu saat melakukan kegiatan pengabdian masyarakat di dua sekolah dasar di wilayah Banyumas. Saya sempat ragu membudidayakan tanaman ini, karena image saya dulu, tanaman ini hanya bisa tumbuh baik dan menghasilkan buah di dataran tinggi. Tapi selepas seorang rekan dosen menceritakan tentang ada kenalannya yang membudidayakan tanaman strawberi di dataran rendah (Purwokerto), saya jadi tertarik ingin mencoba. Apa salahnya mencoba! Uji coba dilakukan di dua SD mitra pengabdian. Kedua SD termasuk ke dalam wilayah dataran rendah (sekitar 110 meter di atas permukaan laut).  Alhamdulillah berhasil! Strawberi yang ditanam dapat tumbuh baik dan berbuah!

strawberi

Buah strawberi, merah dan menawan hati

Dari sini, saya kemudian jatuh cinta padanya. Saya mau coba untuk ditanam di depan rumah. Paling tidak kalau tidak berbuah, minimal daunnya juga indah buat pajangan. Dari dua tanaman, bisa diperbanyak hingga puluhan tanaman (meskipun sekarang di rumah saya tersisa hanya sekitar 15-an tanaman). Karena saya punya keterbatasan sumberdaya, maka saya coba aplikasikan untuk kegiatan pengabdian di lingkungan perumahan. Alhamdulillah tumbuh dan berbuah! (sayangnya sekarang kurang terawat karena keterbatasan tenaga pemeliharaan). Dari pengalaman ini, saya menyimpulkan, bertanam strawberi itu tidak sulit, tetapi juga tidak mudah.

Di bagian mana tidak sulitnya? Kalau diperhatikan, perbanyakan bibit strawberi itu relatif mudah. Cukup dari stolon lalu ditanam pada media tanah dan kompos dengan perbandingan 1:1. Kita juga harus menjaga kelembapannya dengan penyiraman rutin (tapi jangan terlalu lembap nanti busuk). Insya Alloh tanaman strawberi akan tumbuh baik. Selanjutnya tinggal dilakukan pemeliharaan sederhana, seperti pemberian Pupuk Organik Cair (POC) setiap 2 minggu atau kalau tidak ada air leri (cucian beras) yang sudah didiamkan (terfermentasi). Letakkan tanaman pada lingkungan dengan cahaya matahari yang cukup. Satu minggu sekali cek keberadaan gulma (tanaman pengganggu), jika ada, segera dicabut. Jika ada hama seperti belalang atau ulat, segera saja diamankan.

Di bagian mana tidak mudahnya? Tanaman ini perlu perhatian dari kita. Jika tidak diperhatikan bisa-bisa tumbuh tidak sesuai. Terkadang menjadi kerdil, terkadang stolonnya menjalar terlalu banyak, terkena hama dan penyakit, tak kunjung berbuah atau buah yang kecil-kecil, dan lain-lain. Bahkan kalau kita tidak peduli padanya, tanaman ini bisa jadi stres dan mati.

Saya meyakini, semua kita bisa membudidayakan tanaman strawberi, bahkan jika memang serius bisa jadi usaha sampingan. Asalkan kita sadar bahwa “Kita harus memberikan perhatian terbaik, kalau tidak dia pun tak akan memberikan hasil terbaiknya”.

 

20170609_164218

Cantiknya bunga strawberi

 

 

Advertisements