jump to navigation

Hidup Instan, Manfaat atau Darurat? March 15, 2018

Posted by snhadi in 1.
add a comment

Hari ini saya belajar satu hal. Yang instan itu cepat mendatangkan manfaat tetapi cepat pula menghadirkan kondisi darurat.

Dalam dunia kesehatan misalnya, makanan instan seperti fast food memang nikmat. Tetapi ketika kita sering mengkonsumsinya, siap2 saja kondisi darurat datang. Obesisitas dan penyakit jantung bisa datang lebih awal meski mungkin usia masih muda. Pengalaman saya menunggu orangtua yg sedang dirawat di Rumah Sakit Jantung Harapan Kita Jakarta, tidak sedikit penderita sakit jantung berusia masih muda.

Di dunia pertanian juga serupa. Sistem tanam padi di negeri ini yg hanya berorientasi instan kepada hasil produksi yg tinggi seringkali justru membawa bencana yg datang lebih cepat. Penggunaan pupuk dan pestisida sintetik dengan tak taat aturan memang di waktu cepat mungkin akan menghasilkan hasil berlipat. Tapi kerusakan tanah pertanian karena akumulasi residu pupuk dan pestisida sintetik juga resistensi hama terhadap pestisida akan datang lebih cepat. Dampaknya kita akan merugi karena produksi padi akan jauh menurun.

Hasil penelitian mahasiswa pertanian UNSOED yg baru saja diseminarkan menunjukkan bahwa sistem bertani secara konvensional (menggunakan pupuk dan pestisida sintetik) kurang menguntungkan di masa depan. Jumlah mikroba yg penting bagi kesuburan tanah menjadi sangat berkurang. Begitu pula aktivitas enzim-enzim tanah menjadi terganggu. Dampaknya tanah menjadi rusak dan produksi tanaman akan turun.

Lebih baik mulai dari sekarang kita belajar utk mengatakan “Tidak pada produk instan”. Agar di masa depan kita bisa jauh dari kondisi darurat.

Advertisements